Cara Membangun Personal Branding dengan Mudah

Pada era sekarang, kita pasti sering mendengar istilah Personal Branding. Tetapi mungkin sebagian diantara kita tidak mengerti apa artinya. Sebenernya, apa itu Personal Branding?

Menurut Wikipedia, “Personal Branding adalah proses dimana orang-orang dan karir mereka ditandai sebagai merek,” Jadi, Personal Branding itu adalah bagaimana Anda memasarkan diri Anda sendiri – ya, Anda!

Pentingnya Membangun Personal Branding

Pernahkah kita berpikir, di tengah kerumunan orang yang semakin lama semakin padat ini, seperti apakah diri kita dalam ingatan orang lain? Hal apa yang terlintas di benak seseorang saat mendengar nama kita? Apakah itu sesuatu yang baik atau buruk? Apakah itu suatu hal yang memang kita harapkan, atau justru malah jauh dari hal yang kita inginkan?

Bayangkan betapa menarik saat seseorang mampu memposisikan dirinya berbeda dengan orang lain, dan itu tepat seperti apa yang dia inginkan. Ketika kita ingat dengan nama BJ Habibie, hampir semua orang teringat bahwa beliau adalah seorang ahli dirgantara Indonesia.

Saat disebut nama Muhammad Ali, maka hampir tidak ada orang yang tidak tahu bahwa dia adalah seorang petinju paling luar biasa abad ini.

Bayangkan Anda itu adalah suatu produk. Misalnya Anda itu adalah iPhone. Kita tahu bahwa iPhone adalah smartphone yang keren, fungsinya banyak, dan harganya yang mahal.

Nah sama seperti Anda, misalnya Anda itu berpenampilan menarik, keren, punya keahlian apa saja, dan nilai Anda diantara temen-temen Anda lebih tinggi.

Tips Membangun Personal Branding

Branding untuk diri sendiri tidak ada hubungannya dengan usia, posisi di kantor, atau bisnis yang kita jalankan. Sebab, diri kita mencerminkan sebuah brand.

Berikut ini adalah 4 cara membangun Personal Branding Anda.

Pahami dengan benar diri Anda sendiri

Sangat penting untuk mengetahui dan mengenal siapa Anda dan apa passion-mu. Sebelum melangkah lebih jauh, temukan terlebih dahulu apa brand yang ingin Anda ciptakan. Creative Mobile Photographer, misalnya? Atau adakah hal-hal lainnya yang membuat Anda ingin dikenal sebagai apa. Jika perlu Anda melakukan kontemplasi dan bertanya kepada diri sendiri.

Brand yang efektif adalah yang berdasarkan kenyataan. Untuk dapat membangun brand yang kuat, harus berfokus kepada kekuatan ciri khas Anda – siapa Anda yang sebenarnya. . Hal-hal apa saja yang Anda percayai? What are you stands for? Apa saja kelemahan dan kekurangan Anda? Hal-hal seperti inilah yang pertama harus Anda pahami terlebih dahulu.

Branding bukan untuk memanipulasi ataupun sebagai pembungkus walaupun “bungkusan” tersebut termasuk ke dalam salah satu komponen Personal Branding. Sebuah brand yang kuat tercipta karena tidak menutupi sesuatu dan tidak dibentuk secara paksa.

Bayangkan jika Anda harus membangun sebuah persona atau penampilan dan karakter diri Anda yang palsu. Anda harus berlaku, bercakap, dan berpenampilan yang sangat berbeda dengan jati diri Anda. Mungkin beberapa orang akan memberikan sugesti kepada Anda bahwa membangun Personal Branding adalah dengan membangun apa yang ingin dilihat oleh orang lain. Hal ini bisa saja Anda lakukan, tetapi dalam jangka panjang akan melelahkan sekali bagi diri Anda.

Jangan pernah lupa, kita adalah makhluk sosial, selalu terhubung dengan satu sama lain setiap saat. Jika Anda tidak terlihat seperti diri Anda sendiri, atau Anda berusaha untuk memalsukan karakter diri Anda, bagaimana bisa orang lain akan mempercayai Anda?

Bahkan jika orang lain tertipu dengan karakter palsu Anda, sedikit ketidakkonsistenan mampu membawa masalah bagi Anda. Dan selalu memperbaiki karakter yang bukan jati diri Anda akan sangat melelahkan sekali.

Pada fase mengenali siapa diri Anda, pelajari juga apa yang orang lain kenali tentang Anda melalui beberapa tahapan yang dapat dilakukan sebelumnya seperti assessment atau penilaian diri sendiri, bertanya kepada orang lain apa kelebihan yang mereka lihat pada diri Anda, “survei” singkat, hingga berkonsultasi dengan mentor Anda.

Karena, personal brand Anda akan selalu melekat pada hati dan pikiran orang yang mengenal Anda, maka wajib untuk mengetahui persepsi yang dimiliki oleh orang tentang Anda pada saat pembentukan dan penentuan brand Anda tersebut.

Membangun Personal Branding yang pertama dan paling penting adalah mengembangkan dan memahami diri Anda sendiri. Lepaskan topeng Anda dan beranilah untuk menjadi your true authentic self.

Tunjukkan diri Anda pada publik

Setelah Anda mendapatkan hasil dari poin 1, kini dengan menggunakan deskripsi yang jelas, terencana, serta kelebihan Anda maka pesan tentang Anda tersebut siap untuk dikeluarkan kepada publik.

Anda dapat mulai membangun biodata Anda yang menyeluruh dan lebih dari sekadar curriculum vitae (CV atau resume) untuk memasarkan diri Anda. Mulailah perhatikan akun-akun jejaring sosial Anda, cara Anda berinteraksi pada saat bekerja dan saat di luar waktu bekerja. Dunia digital memberi kesempatan pada kita untuk bisa lebih luas dilihat dunia.

Semua pesan serta tampilan tentang diri Anda harus dapat mencerminkan diri Anda secara baik sehingga keterikatan emosi dengan target audience Anda dapat terbangun.

Seperti telah disinggung di atas, kini akun jejaring sosial memiliki peranan penting dalam pengembangan karier karena sudah menjadi standar pasar untuk selalu meng-Google setiap calon kandidat yang berpotensi untuk mengisi sebuah posisi penting. Jadi, jangan sampai Anda kehilangan kesempatan ini hanya karena kehadiran Anda pada jejaring sosial kurang mendukung.

twitter, facebook, LinkedIn, instagram, atau apa pun akun media sosial yang Anda miliki akan merefleksikan diri Anda dan menjadi bagian dari promosi diri yang efektif. Deskripsi pribadi pada akun jejaring media sosial Anda juga akan dilihat orang sebagai citra diri Anda.

Resume yang bagus di media sosial (contoh: LinkedIn) juga dapat menambah nilai plus brand Anda. Rajinlah meng-update  status pribadi Anda yang dapat mmeperkuat brand Anda, contohnya dengan menuliskan inspiring quotes atau mengunggah foto kegiatan positif yang Anda lakukan.

Tentunya hal ini tidak akan menggantikan peranan CV atau resume, tetapi justru akan memperkaya informasi tentang Anda.

Sehingga, coba perhatikan kembali biodata atau deskripsi diri Anda pada semua akun tersebut, gunakan deskripsi yang baik, positif, mendukung karier Anda hingga kepada pemilihan jenis huruf, warna, serta quotes terfavorit Anda.

Manfaatkan tahap menunjukkan siapa diri Anda ini sebaik-baiknya untuk sesuatu yang lebih positif serta menjadi “pengikat” kepada tampilan Anda secara menyeluruh.

Kembangkan diri Anda

Pembentukan Personal Branding yang efektif membutuhkan usaha yang dilakukan berulang kali secara konsisten. Dalam hal ini, Anda akan menanamkan brand Anda pada setiap kegiatan yang dilakukan.

Caranya dapat beragam, seperti saat Anda membuat plan media, tetapi dikhususkan untuk diri Anda sendiri, baik itu secara virtual maupun dalam kehidupan nyata. Sehingga, Anda akan selalu terpampang kepada target audience Anda.

Harap diingat, setiap jejaring sosial memiliki target audience yang berbeda dengan kebiasaan yang berbeda pada setiap lini sosial tersebut. Pada akun profesional LinkedIn, misalnya, semua unggahan Anda harus bersifat profesional.

Untuk mengembangkan diri, pelajari bagaimana caranya untuk mengintegrasikan brand Anda ke dalam kegiatan dan keseharian Anda. Contohnya bila Anda ingin menonjolkan sisi kreatif, maka usahakan untuk selalu menyertakan unsur kreatif tersebut. Semua yang Anda lakukan harus mencerminkan sisi kreativitas Anda.

Yang terakhir adalah dampak positif yang dapat Anda berikan pada setiap lini masa di mana personal brand Anda terpampang. Baik itu tips atau kiat-kiat berguna, informasi bermanfaat, maupun kata-kata yang dapat menggugah komunitas tempat personal brand Anda terpampang.

Pembentukan personal brand membutuhkan komitmen, perhatian yang serius, dan maksud positif yang konsisten. Tetapi, jangan jadikan hal-hal tersebut suatu hambatan karena Personal Branding adalah sebuah proses untuk menunjukkan siapa Anda dan selalu menunjukkan sisi terbaik dari diri Anda tersebut setiap saat.

Ingat, personal brand bukanlah sebuah polesan saja, tetapi sebuah usaha serius untuk meningkatkan diri Anda secara positif dalam persaingan pasar yang semakin kompetitif ini.

Belajar Untuk Berbicara Didepan Umum

Jika Anda benar-benar ingin membangun personal brand Anda, cobalah untuk berbicara di hadapan umum secara reguler, bisa dengan memberikan workshop, ceramah, kuliah dll. Hal ini akan membantu meningkatkan keahlian berkomunikasi Anda secara alami, dan juga mampu membantu Anda agar stand out dari orang lain.

Jika Anda selalu berbicara dengan cara yang sama dengan orang lain, Anda tidak akan menemukan cara berbicara didepan umum yang khas dan unik dari diri Anda sendiri.

Berbicara didepan umum adalah kesempatan untuk bisa dilihat dan didengarkan. Mulailah dengan kecil, dan terus bangun keahlian komunikasi Anda. Anda akan sangat mungkin untuk berakhir dengan pembicaraan yang tidak begitu berkualitas dengan audiens, dan jangan berkecil hati jika ini terjadi kepada Anda.

Teruskan usaha ini, dan Anda akan mampu membangun audiens atau follower yang senantiasa menantikan ceramah atau kuliah umum Anda.

Berbicaralah mengenai keahlian Anda. Tunjukkan bahwa Anda benar-benar memahami dengan apa yang Anda katakan. Tunjukkan bahwa Anda percaya diri. Beberapa orang akan mengkritik atau merasa tidak setuju dengan Anda. Yang terpenting adalah selalu terbuka terhadap setiap respon orang lain kepada Anda.

Berterima kasihlah kepada mereka yang membagi pandangannya terhadap Anda, dan jika Anda merasa poin-poin yang mereka sampaikan ada benarnya, bercerminlah dan berusaha untuk semakin berkembang dan lakukan dengan lebih baik lagi dikesempatan berikutnya.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.