Apakah Anda seorang Startup Founder? Sudah tahu apa itu Growth Hacking? Sangat amat disayangkan jika Anda tidak mengetahui istilah hal yang telah membantu perusahaan-perusahaan besar berkembang dengan cepat ini. Seperti startup yang bernilai miliaran yaitu Linkedin, AirBnB, Dropbox, Facebook, Twitter dan lainnya.

Perusahaan-perusahaan asal Amerika tersebut berhasil berkembang secara pesat dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun hanya dengan melalui digital marketing. Dan mirisnya, perusahaan-perusahaan yang belum melek soal Growth Hacking dan masih berfokus pada traditional marketing, tergeser habis-habisan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Growth Hacker-lah sebutan bagi orang-orang pelaku teknik, sistem atau kegiatan Growth Hacking ini.

Apa itu Growth Hacking

Menurut Willix Halim, Vice President of Growth & Data Science dari Freelancer.com, menjelaskan bahwa Growth Hacking adalah analisis mendalam terhadap data yang dapat digunakan untuk mendatangkan pengguna sebanyak-banyaknya.

Sedangkan menurut Rama Mamuaya (DailySocial) Growth hacking, pada dasarnya adalah sebuah aktivitas yang fokus untuk menumbuhkan angka metriks melalui rangkaian metode, eksperimen dan testing yang terukur. Metriks yang dimaksud disini adalah ukuran yang dianggap penting untuk layanan web/mobile Anda, bisa berupa traffic (visitors, pageviews), engagement (retweet, facebook share, etc), action (sales, download, sign up), revenue atau metriks apapun yang menjadi perhatian di bisnis anda.

Kata kunci dalam proses Growth Hacking adalah ‘eksperimen’ dan ‘terukur’, dimana seorang Growth Hacker akan melakukan percobaan-percobaan dan mengukur hasilnya untuk menentukan metode mana yang paling memberikan hasil maksimal.

Contoh Startup yang Mempraktikkan Growth Hacking

AirBnB

Siapa sih yang nggak tahu aplikasi pencarian kamar atau rumah sewaan paling populer di dunia satu ini? Yap, nama aplikasi itu adalah AirBnB. Aplikasi yang didirikan oleh Brian Chesky pada tahun 2008 ini, telah mampu menembus nilai valuasi senilai Rp100 trilyun. Yang awalnya AirBnB hanya tersedia untuk masyarakat Amerika, kini telah menyentuh lebih dari 192 negara lain di dunia. Pengguna aplikasi pun mampu menemukan lebih dari 33000 kota yang menyediakan lokasi menginap atau kamar sewaan.

Dalam perkembangannya, ternyata AirBnB memiliki layanan sebagai salah satu penerapan Growth Hacking. Setiap pengguna yang menyewakan kamar melalui aplikasi ini, secara otomatis akan dipromosikan oleh Craiglist. Craiglist merupakan layanan iklan baris yang populer di Amerika Serikat. Dengan menjalin kerjasama dengan Craiglist inilah, AirBnB mendapatkan peningkatan user sebagai penyewa dan kamar-kamar yang disewakan di AirBnB menjadi lebih cepat laku.

Dropbox

Banyak yang menyangka bahwa Dropbox telah berdiri lebih dari 10 tahun. Nyatanya, aplikasi yang telah memiliki lebih dari 200 juta pengguna ini belum genap berusia 10 tahun. Yap, aplikasi ini didirikan pada september 2008 oleh Drew Houston dan Arash Ferdowsi dengan modal awal yang didapat dari Y Combinator.

Tidak disangka, revenue yang telah didapatkan Dropbox telah melampaui lebi dari 1$ miliar dengan rekor yang mengalahkan perusahaan SaaS (software as a service) manapun di dunia ini. Data terakhir yang diperoleh, Dropbox mengumumkan tonggak sejarah barunya dalam pencapaian jumlah user dengan mengklaim telah memiliki lebih dari 500 juta pengguna di seluruh dunia sejak diluncurkan pada 2008.

Dari pencapaian menakjubkan yang diperoleh Dropbox ini, pasti sangat diherankan strategi apa sih yang digunakan oleh perusahaan asal California ini. Pada awal masa-masa dirilisnya, Dropbox memberikan promosi kapasitas penyimpanan ekstra untuk para customer yang memberikan refrensi penggunaan aplikasi ini kepada pengguna lain. Dengan menerapkan teknik Growth Hacking ini, Dropbox mendapatkan peningkatan user yang sangat cepat.

Kita dapat mengambil pelajaran berharga dari strategi Growth Hacking yang diterapkan Dropbox ini, yaitu dengan memberikan insentif kepada user akan membuat mereka bergantung kepada produk Anda. Selain itu, secara sendirinya juga mereka akan menyebarkan atau mereferensikan produk Anda ke orang lain.

Fase-fase Growth Hacking

Dalam proses pembuatan Growth Hacking pada suatu startup, Anda perlu melewati beberapa metode yang perlu diterapkan. Berikut pembahasannya yang telah kami rangkum dari penjelasan para ahli yang telah diandalkan oleh perusahaan-perusahaan bernilai milyaran dollar.

1. Market Fit

 

Apa itu Growth Hacking dan Cara Melakukannya

Fase pertama yang perlu Anda lakukan adalah menentukan produk yang dapat diterima pasar. Salah besar jika Anda memaksakan untuk melakukan promosi terhadap produk yang tidak sesuai dengan pasar. Anda perlu berkontribusi pada product development demi membangun sebuah produk agar mudah untuk dikenal dan diterima oleh masyarakat.

Jangan buru-buru melakukan pemasaran produk. Tapi, cobalah fokus terlebih dahulu membangun produk yang mudah dipasarkan. Hal ini juga yang menjadi faktor penting pada pertumbuhan startup AirBnB dan Zappos. Karena, mereka memiliki solusi yang unik dan memang sedang dibutuhkan saat ini oleh masyarakat luas; itu yang membuat mereka mudah untuk memasarkan produknya secara mandiri dalam skala yang besar.

Jadi, alangkah baiknya Anda perlu menjalankan survei, tes, iterasi dan perbaikan pada produk Anda terlebih dahulu agar dapat merasakan hasil yang luar biasa.

2. Temukan Growth Hacker Anda

Growth Hacker adalah orang yang ahli dalam menyelesaikan segala masalah Anda. Demi mencapai peningkatan user, customer, dan klien, Anda perlu mencari seorang Growth Hacker yang mampu menguji banyak ide dan mengoptimasinya secara terus-menerus dengan cepat untuk menyingkirkan hal yang tidak berguna. Karena, Growth Hacking tidak dapat dilakukan dengan satu cara saja, namun melalui banyak cara seperti A/B test, landing page, viral factor, email marketing dan open graph.

3. Viral

Apa itu Growth Hacking dan Cara Melakukannya

Membuat sesuatu untuk menjadi viral memang tidak mudah. Namun, bisa dibayangkan bagaimana jika produk Anda yang dibuat viral? Pastinya akan ada banyak orang yang membicarakan produk Anda dan akan semakin banyak orang yang tahu produk Anda. Hal inilah yang dapat membuat Anda mendapatkan pengguna lebih banyak lagi.

Inilah salah satu tugas seorang Growth Hacker yang tidak mudah. Misalanya pada LinkedIn, resume Anda akan terlihat bernilai dan baik jika mantan bos dan karyawan Anda memberikan testimonial. Tentunya, Anda akan meminta testimonial pada orang-orang tersebut. Dengan secara tidak langsung, LinkedIn akan memperoleh peningkatan pengguna. Seperti yang dikatakan oleh Growth AHcker LinkedIn, Ivan Krigin, “Jika produk anda termasuk produk yang mana sharing adalah kunci utamanya, virality adalah hal yang penting dan harus anda fokuskan untuk mengoptimasinya. Tidak hanya mengoptimasi, tetapi juga mendorongnya.”

4. Optimizing dan Retaining

Jika Anda telah mendapatkan banyak pengguna baru melalui Growth Hacking yang Anda terapkan. Maka, saatnya Anda perlu untuk melakukan optimizing dan retaining agar pengguna tersebut tidak meninggalkan produk Anda.

Customer experience merupakan elemen penting yang perlu Anda perhatikan. Anda harus mencari dan menerima feedback dari pengguna aktif produk Anda maupun pengguna yang telah memutuskan berhenti menggunakan produk Anda.

Daripada menghabiskan banyak uang untuk marketing, lebih baik Anda membangun fitur yang dapat membantu mempertahankan lebih banyak pengguna.

5. Saatnya Memulai Kembali

Dengan menerapkan Growth Hacking dapat memberikan manfaat dan keuntungan besar bagi Anda. Seperti memaksimalkan waktu, uang, dan sumber daya yang Anda miliki. Itulah mengapa banyak startup besar di dunia mampu berkembang dengan pendanaan sendiri yang terbatas dan penuh iterasi.

Marketing traditional memang juga bisa mengantar kesuksesan pada produk Anda. Namun, bisa dibayangkan biayanya yang mahal dan skala kegagalannya yang cukup besar.

Growth Hacking adalah cara baru. Semua masalah akan lebih mudah diselesaikan dengan lebih efektif, murah, iterative dan praktikal.

Selamat mencoba.


Niko Julius
Niko Julius

Digital Marketer - Founder NikoJulius.com, Kelbimedia.com & Kelbion.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.